Penyebab Karyawan Resign

Penyebab Karyawan Resign – Bekerja adalah sebuah keharusan agar kita bisa mencukupi kebutuhan hidup kita.

Sangat manusiawi bila untuk menunjang kelangsungan hidup manusia memilih untuk bekerja.

Namun ada banyak aspek yang menyangkut hubungan kerja antara atasan dengan bawahan.

Karyawan dengan perusahaan yang diwakili dengan pihak manajemen. Begitulah simplenya dari hubungan karyawan dengan perusahaan.

Baca Juga : 10 Tantangan Dalam Bisnis Online Untuk Pemula Yang Wajib Anda Antisipasi

Yang sebenarnya saling membutuhkan, namun terkadang menjadi penyakit.

Ketika masa kecil sering halnya anak-anak memandang menjadi karyawan disebuah perusahaan adalah dambaan.

Apalagi kalau terlihat berpenampilan menarik, rapi dengan kelengkapan aksesoris yang paling terbaru.

Selain memang dibutuhkan fasilitas-fasilitas itu, alasan orang melengkapi hidupnya sebagai gaya hidup orang yang telah berpenghasilan.

Bayangan mudahnya kerjanya enak, kedudukannya bagus serta hidup yang enak. Mungkin benar kalau itu pandangan anak-anak.

Tetapi sering kali didalam institusi perusahaan-perusahaan ada banyak permasalahan baik dalam internal maupun eksternal.

Biasanya permasalahan yang biasa terjadi adalah karena kepemimpinan yang kurang tanggap atau memang sengaja menimbulkan masalah didalam lingkungan perusahaan.

Hasilnya yang biasa terjadi karyawan menjadi tidak produktif dan akan sampai dengan keputusan untuk memilih resign.

Ketidaknyamanan serta keresahan bisa menjadi penyebab utama orang merasa diposisi tidak dibutuhkan secara psikologi.

Biasanya permasalahan digulirkan dengan tujuan karyawan-karyawan yang tidak produktif atau sudah cukup lama bekerja pada perusahaan itu.

Atau ada beberapa kasus ditujukan pada karyawan yang tidak disukai entah karena pendapat pribadi atau karena terlalu idealis, sehingga dirasa mengganggu kenyamanan untuk lingkungannya. Karyawan yang berstatus kontrak juga sering menghadapi hal tersebut.

Alasannya adalah agar tidak perlu melakukan pengangkatan status menjadi karyawan tetap. Karena beberapa hal ada banyak tunjangan yang akan diperoleh karyawan tetap.

Seperti uang cuti, asuransi kesehatan dan dana pensiun serta cuti melahirkan bagi karyawati. Berbeda dengan karyawan kontrak atau outsourcing, tidak ada tunjangan seperti itu.’

Memang sulit diterima akal sehat tetapi kenyataannya memang perusahaan mempunyai cara agar tak perlu memberikan pesangon kepada karyawannya yang telah bergabung diperusahaan.

Tapi dengan berbagai cara agar keinginan resign munculnya dari diri karyawan, bukan dengan pemecatan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Dan trik dari perusahaan ini tak selalu sesuai perkiraan, karena tidak 100% karyawan akan melakukan pengunduran diri meski tekanan datang bertubi-tubi ditambah dengan pekerjaan yang tak wajar atau malah ada yang memang tak diberi pekerjaan atau tanggung jawab. Alasan karyawanpun untuk bertahan dengan berbagai alasan masing-masing.

Paradigma seperti ini seakan-akan sudah menjadi tradisi disetiap perusahaan dan ironisnya para Big Boss yang terkadang menjadi dalangnya. Asumsi yang mereka tanamkan ada banyak orang mau berkembang bersama perusahaan. Hilang 1 tumbuh seribu.

Sehingga mereka tak akan merasa kehilangan dengan sumber daya yang ada.

Buat mereka lebih baik mengadakan pelatihan daripada harus mengeluarkan tunjangan-tunjangan seperti yang telah disebutkan diatas.

Mereka melupakan bahwa ada baiknya memberikan pelatihan motivasi agar karyawan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan bidangnya.

Bukan berarti menggeser secara perlahan. Pelatihan ketrampilan lainnya ataupun mutasi ke bagian lain bisa menjadi penyegaran  bagi perusahaan.

Hasilnya bisa diaudit setelah dijalankan beberapa waktu.

Kebijakan seperti mutasi dan rotasi karyawan seharusnya menjadi wewenang dari bagian personalia.

Namun dibanyak sisi, personalia adalah tangan panjang dari pemilik perusahaan, jadi tidak menjalankan wewenangnya dengan maksimal, melainkan hanya titipan dari sang Big Boss.

Punya banyak kemampuan agar bisa tetap eksis sebaiknya dipelajari sedini mungkin oleh para karyawan agar tak berpusar pada keadaan.

Ingat ada banyak hal yang bisa membuat kita hidup dan bahagia ☺☺☺

Baca Juga : 5 Ciri-Ciri Penipuan Jual Beli Online yang Sering Terjadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *