Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sengon

Joko Warino S.P M.Si

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sengon

Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) telah menjadi pilihan utama dalam industri kayu di Indonesia, dengan pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya untuk tumbuh di berbagai kondisi tanah.

Artikel ini akan membahas klasifikasi dan morfologi tanaman Sengon, termasuk akar, batang, daun, bunga, dan buahnya, yang memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang spesies ini yang menarik perhatian dalam industri kayu dan reboisasi.

Habitat Tanaman Sengon

Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) memiliki habitat yang luas dan dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah.

Berikut adalah penjelasan yang mendalam tentang habitat tanaman Sengon:

1. Toleransi terhadap Jenis Tanah

Tanaman Sengon dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di berbagai jenis tanah. Meskipun lebih optimal pada tanah lempung berpasir atau berdebu, Sengon juga dapat tumbuh pada tanah gersang.

Namun, pertumbuhan pada tanah yang terlalu basah dan masam cenderung terhambat, menyebabkan daun yang kerdil dan kurus.

2. Kondisi Iklim

Tanaman Sengon biasanya tumbuh di daerah tropis dengan suhu udara berkisar antara 20-27 °C.

Tanaman ini memiliki toleransi terhadap curah hujan yang cukup tinggi, dan dapat hidup dalam kondisi curah hujan selama 15 hari dalam kurun 4 bulan musim kemarau. Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan Sengon adalah sekitar 50-70%.

3. Penyebaran Geografis

Tanaman Sengon secara alami banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Papua Nugini.

Di Indonesia sendiri, tanaman Sengon memiliki penyebaran yang luas di berbagai daerah, dengan nama yang berbeda di setiap wilayah seperti Sengon Laut di Jawa, Jeungjing di Sunda, Tedehe Pute di Sulawesi, Bae atau Wahagon di Papua, dan Sika di Maluku.

4. Kegunaan dan Pemanfaatan

Habitat tanaman Sengon tidak hanya terbatas pada alam liar, tetapi juga dalam industri kayu dan reboisasi.

Pohon Sengon telah lama dimanfaatkan dalam industri kayu sebagai bahan baku pulp, papan kayu multipleks, dan perkakas rumah tangga.

Selain itu, Sengon juga digunakan dalam program reboisasi untuk mengembalikan hutan yang gundul atau terdegradasi. Selain itu, Sengon juga dapat digunakan sebagai pelindung tanah, kayu bakar, atau sebagai tanaman hias.

Dengan toleransinya terhadap berbagai kondisi tanah, ketersediaan di wilayah tropis, dan kegunaannya yang beragam, tanaman Sengon telah menjadi salah satu pilihan utama dalam industri kayu dan reboisasi, memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan.

Klasifikasi Tanaman Sengon

  1. Kingdom: Plantae
  2. Sub Kingdom: Tracheobionta
  3. Super divisi: Spermatophyta
  4. Divisi: Magnoliophyta
  5. Kelas: Magnoliopsida
  6. Sub Kelas: Rosidae
  7. Ordo: Fabales
  8. Famili: Fabaceae
  9. Genus: Paraserianthes
  10. Spesies: Paraserianthes Falcataria L. Nielsen

Klasifikasi dan morfologi tanaman Sengon sangat menarik untuk kita jelajahi lebih jauh.

Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) adalah tanaman yang termasuk ke dalam kerajaan (kingdom) Plantae dan memiliki klasifikasi yang lebih spesifik sebagai berikut:

1. Kingdom: Plantae

Tanaman Sengon termasuk dalam kingdom Plantae, yang merupakan kingdom bagi semua organisme tumbuhan.

Tanaman Sengon memiliki struktur dan siklus hidup yang khas dari kerajaan ini.

2. Sub Kingdom: Tracheobionta

Tanaman Sengon termasuk dalam sub kingdom Tracheobionta, yang mengacu pada tumbuhan berpembuluh.

Tumbuhan ini memiliki sistem pembuluh yang kompleks untuk mengangkut air, nutrisi, dan zat organik ke seluruh tubuhnya.

3. Super Divisi: Spermatophyta

Tanaman Sengon termasuk dalam super divisi Spermatophyta, yang merupakan kelompok tumbuhan berbiji.

Tanaman ini memiliki biji yang merupakan struktur reproduksi yang penting untuk perkembangbiakan.

4. Divisi: Magnoliophyta

Tanaman Sengon termasuk dalam divisi Magnoliophyta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berbunga.

Hal ini menunjukkan bahwa Sengon memiliki bunga sebagai bagian dari siklus hidupnya.

5. Kelas: Magnoliopsida

Tanaman Sengon termasuk dalam kelas Magnoliopsida, yang mencakup tumbuhan berbunga dikotil.

Kelas ini mencakup berbagai tumbuhan berbunga yang memiliki dua kotiledon pada bijinya.

6. Sub Kelas: Rosidae

Tanaman Sengon termasuk dalam sub kelas Rosidae, yang merupakan salah satu kelompok utama dalam kelas Magnoliopsida.

Sub kelas ini mencakup tumbuhan berbunga yang memiliki karakteristik khusus dalam struktur bunga dan daun.

7. Ordo: Fabales

Tanaman Sengon termasuk dalam ordo Fabales, yang mencakup kelompok tumbuhan berbunga seperti kacang-kacangan, polong-polongan, dan beberapa spesies kayu. Ordo ini memiliki ciri khas dalam struktur bunga dan buahnya.

8. Famili: Fabaceae

Tanaman Sengon termasuk dalam famili Fabaceae, yang juga dikenal sebagai famili polong-polongan atau kacang-kacangan.

Jenis ini adalah keluarga tumbuhan yang besar dan penting, yang mencakup banyak spesies yang bermanfaat secara ekonomi.

9. Genus: Paraserianthes

Tanaman Sengon termasuk dalam genus Paraserianthes, yang merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki kesamaan dalam karakteristik morfologi dan reproduksi. Genus ini termasuk dalam famili Fabaceae.

10. Spesies: Paraserianthes falcataria L. Nielsen

Tanaman Sengon memiliki spesies yang disebut Paraserianthes falcataria L. Nielsen. Jenis ini adalah spesies yang secara khusus mencakup tanaman Sengon dan memiliki karakteristik morfologi dan ekologi yang unik.

Dengan klasifikasi ini, tanaman Sengon dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan secara ilmiah sesuai dengan taksonomi tumbuhan.

Hal ini membantu dalam pemahaman tentang hubungan evolusi dan kekerabatan antara spesies tumbuhan yang berbeda.

Morfologi dari Tanaman Sengon

Morfologi dari Tanaman Sengon

Morfologi dari tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) melibatkan struktur akar, batang, daun, bunga, dan buahnya.

Berikut ini adalah pembahasan detail mengenai morfologi tanaman Sengon:

1. Morfologi Akar Tanaman Sengon

Akar tanaman Sengon terdiri dari akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut ini memiliki fungsi untuk menyerap air dan juga nutrisi dari tanah.

Akar serabut yang ada pada tanaman Sengon ini tidak terlalu rimbun serta tidak begitu menonjol ke permukaan tanah tempat ia tumbuh.

Pada akar Sengon terdapat bintil-bintil yang menandakan adanya simbiosis antara tanaman Sengon dan bakteri pengikat nitrogen.

Bintil-bintil ini membantu dalam memperbaiki kesuburan tanah dengan mengikat nitrogen.

2. Morfologi Batang Tanaman Sengon

Batang tanaman Sengon tumbuh lurus dan memiliki bentuk silindris. Kulit pada batangnya terasa licin dan juga berwarna abu-abu atau seperti kehijauan.

Pohon Sengon dapat mencapai tinggi 20-40 meter dengan diameter batang mencapai 100 cm. Kayu yang dihasilkan oleh batang Sengon memiliki serat yang membujur dan berwarna putih.

3. Morfologi Daun Tanaman Sengon

Daun tanaman Sengon memiliki bentuk majemuk tersusun menyirip dengan panjang sekitar 20-30 cm.

Daun ini terdiri dari banyak anak daun yang berpasangan, sekitar 15-20 pasang. Anak daun Sengon memiliki bentuk lonjong dan pendek ke arah ujungnya.

Daun bagian atas berwarna hijau, sedangkan bagian bawahnya lebih pucat.

Permukaan atas daun biasanya tidak memiliki rambut, sementara bagian bawahnya memiliki rambut-rambut halus. Tajuk daun Sengon memiliki bentuk mirip payung dan tidak terlalu rimbun.

4. Morfologi Bunga Tanaman Sengon

Bunga tanaman Sengon memiliki ukuran sekitar 12 mm dengan bentuk yang menyerupai lonceng dan berwarna putih hingga kekuning-kuningan. Bunga Sengon juga terdiri dari dua jenis, bunga jantan dan betina.

Tanaman Sengon ini biasanya akan mulai berbunga di usianya yang ke-3 tahun, terutama pada bulan tertentu Maret-Juni atau Oktober-Desember. Namun, proses berbunga dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan iklim.

5. Morfologi Buah Tanaman Sengon

Buah tanaman Sengon memiliki bentuk pipih, tipis, dan polong tanpa sekat-sekat. Panjang buahnya sekitar 10-15 cm, dan setiap polong berisi sekitar 20 biji.

Biji Sengon memiliki bentuk pipih, lonjong, dan tanpa sayap dengan ukuran sekitar 6 mm.

Buah ini mengalami perubahan warna dari hijau menjadi kuning, cokelat, hingga kehitaman saat matang. Ketika matang, buah Sengon akan mengeras dan berlilin.

Morfologi tanaman Sengon ini memberikan gambaran tentang struktur fisik tanaman ini.

Mengetahui morfologi tanaman Sengon penting dalam mengidentifikasi spesies dan memahami adaptasi serta karakteristiknya dalam lingkungan alaminya.

Penutup

Pengetahuan tentang klasifikasi dan morfologi tanaman Sengon ini dapat berguna dalam pengelolaan sumber daya alam, konservasi, penelitian, dan pengembangan budidaya tanaman ini untuk berbagai keperluan. Semoga bermanfaat!

Also Read

Bagikan:

Joko Warino S.P M.Si

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

Tags

Tinggalkan komentar