Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus)

Joko Warino S.P M.Si

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus (L.) Moench)

Klasifikasi dan morfologi tanaman Okra sangat unik dan tumbuhan ini memiliki nama latin Abelmoschus esculentus (L.) Moench, yang merupakan salah satu tanaman sayuran.

Dalam keluarga Malvaceae, tanaman ini memiliki batang lunak yang tidak terlalu bercabang, daun berbentuk lima jari dengan sistem pertulangan menyirip, dan bunga berbentuk terompet dengan warna kekuningan.

Habitat Tanaman Okra

Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) adalah tanaman sayuran yang memiliki habitat khas di berbagai wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia.

Habitat alami tanaman Okra berkisar dari Afrika Barat hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang habitat tanaman Okra:

1. Iklim

Tanaman Okra tumbuh optimal di daerah dengan iklim hangat dan lembap. Mereka membutuhkan suhu sekitar 25 hingga 35 derajat Celsius untuk pertumbuhan yang baik.

Tanaman ini juga membutuhkan paparan sinar matahari penuh selama sebagian besar hari.

Namun, mereka juga mampu tumbuh di daerah dengan iklim sedikit lebih sejuk, asalkan suhu tidak turun di bawah 15 derajat Celsius.

2. Ketinggian Tempat

Okra dapat tumbuh di berbagai ketinggian, tetapi biasanya mereka ditemukan di daerah dataran rendah hingga menengah.

Tanaman ini dapat berkembang dengan baik di dataran rendah pantai maupun di daerah pegunungan dengan ketinggian hingga sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

3. Tanah

Tanaman Okra lebih suka tumbuh di tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik.

Mereka dapat tumbuh dengan baik di berbagai jenis tanah, termasuk tanah liat, tanah berpasir, dan tanah dengan kandungan bahan organik yang tinggi.

Namun, tanah yang terlalu berat atau terlalu becek harus dihindari, karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.

4. Kelembapan

Okra merupakan tanaman yang membutuhkan kelembapan yang cukup. Mereka tumbuh dengan baik dalam kondisi tanah yang lembab, tetapi juga harus memiliki drainase yang baik untuk mencegah akar tanaman terendam air yang berlebihan.

Penting untuk menjaga kelembapan tanah secara konsisten selama periode pertumbuhan, terutama selama fase pembentukan kuncup dan buah.

5. Penyinaran

Tanaman Okra membutuhkan sinar matahari penuh untuk fotosintesis yang efisien dan pertumbuhan optimal.

Oleh karena itu, tempat yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari adalah yang terbaik untuk menanam Okra.

Jika ditanam di daerah dengan intensitas sinar matahari yang rendah, tanaman mungkin tidak tumbuh dengan baik dan hasil panen dapat terpengaruh.

6. Lingkungan

Selain faktor-faktor di atas, tanaman Okra juga membutuhkan perlindungan dari angin kencang yang dapat merusak tanaman dan menghambat pertumbuhannya.

Mereka lebih baik tumbuh di tempat yang dilindungi dari angin, seperti di sekitar pagar atau di antara tanaman lain yang memberikan perlindungan.

Klasifikasi Tanaman Okra

  1. Kingdom : Plantae
  2. Sub Kingdom : Viridiplantae
  3. Infra Kingdom : Streptophyta
  4. Divisi : Tracheophyta
  5. Sub Divisi : Spermatophytina
  6. Super Divisi : Embryophyta
  7. Kelas : Magnoliopsida
  8. Ordo : Malvales
  9. Super Ordo : Rosanae
  10. Famili : Malvaceae
  11. Genus : Abelmoschus Medik.
  12. Spesies : Abelmoschus Esculentus (L.) Moench

Klasifikasi dan morfologi tanaman Okra meliputi beberapa tingkatan kategori.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai klasifikasi tanaman Okra:

1. Kingdom : Plantae

Tanaman Okra termasuk dalam Kingdom Plantae atau tumbuhan.

Kingdom Plantae merupakan kelompok organisme eukariotik yang memiliki sel tumbuhan, memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis, serta memiliki pigmen klorofil untuk menangkap energi matahari.

2. Sub Kingdom : Viridiplantae

Sub Kingdom Viridiplantae mencakup semua tumbuhan hijau, termasuk Okra.

Tumbuhan dalam sub kingdom ini memiliki pigmen klorofil yang dominan, yang memberikan warna hijau pada tumbuhan dan berperan dalam proses fotosintesis.

3. Infra Kingdom : Streptophyta

Okra masuk dalam Infra Kingdom Streptophyta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan darat.

Infra Kingdom ini mencakup tumbuhan yang memiliki struktur khusus pada dinding selnya yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan di darat.

4. Divisi : Tracheophyta

Tanaman Okra termasuk dalam Divisi Tracheophyta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berpembuluh.

Tumbuhan dalam divisi ini memiliki sistem pembuluh yang membantu dalam pengangkutan air, nutrisi, dan zat-zat lainnya ke seluruh tubuh tumbuhan.

5. Sub Divisi : Spermatophytina

Sub Divisi Spermatophytina mencakup tumbuhan biji, yang juga termasuk Okra.

Tumbuhan dalam sub divisi ini memiliki organ reproduksi yang berkembang menjadi biji, yang berperan dalam reproduksi seksual tumbuhan.

6. Super Divisi : Embryophyta

Tanaman Okra termasuk dalam Super Divisi Embryophyta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berbiji.

Super Divisi ini mencakup tumbuhan yang memiliki embrio yang berkembang dari zigot sebagai tahap awal perkembangan.

7. Kelas : Magnoliopsida

Okra masuk dalam Kelas Magnoliopsida, yang mencakup tumbuhan berbunga atau tumbuhan berkeping dua.

Tumbuhan dalam kelas ini memiliki bunga yang menghasilkan biji dan umumnya memiliki daun yang lebih kompleks.

8. Ordo : Malvales

Tanaman Okra termasuk dalam Ordo Malvales, yang mencakup sejumlah keluarga tumbuhan berbunga.

Ordo ini umumnya terdiri dari tumbuhan dengan bunga berwarna cerah dan memiliki buah yang berbentuk kapsul.

9. Super Ordo : Rosanae

Super Ordo Rosanae mencakup beberapa ordo tumbuhan berbunga, termasuk Malvales.

Super Ordo ini memiliki karakteristik umum seperti bunga berbingkai daun yang teratur dan biji yang terbungkus dalam buah.

10. Famili : Malvaceae

Tanaman Okra termasuk dalam Famili Malvaceae. Famili ini merupakan famili tumbuhan berbunga yang mencakup banyak spesies, termasuk tanaman hias dan tanaman pangan.

Tumbuhan dalam famili ini memiliki bunga yang umumnya besar dan menarik.

11. Genus : Abelmoschus Medik.

Genus atau marga tanaman Okra adalah Abelmoschus Medik.

Genus ini mencakup beberapa spesies tanaman yang dikenal karena buah dan bunganya yang beragam.

12. Spesies – Abelmoschus Esculentus (L.) Moench

Spesies tanaman Okra adalah Abelmoschus esculentus (L.) Moench. Spesies ini merujuk pada tanaman Okra yang memiliki buah yang dapat dimakan dan digunakan dalam masakan.

Dengan penjelasan klasifikasi di atas, kita dapat memahami posisi tanaman Okra dalam taksonomi tumbuhan dan bagaimana hubungan dengan spesies lain dalam keluarga Malvaceae.

Morfologi Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus)

Morfologi Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus)

Morfologi yang dimiliki oleh tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) sangat menarik dan beragam, meliputi batang, daun, bunga, dan buah.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai morfologi tanaman Okra:

1. Batang Tanaman Okra

Tanaman Okra memiliki batang yang unik dan menarik. Meskipun tidak terlalu bercabang, batang Okra dapat tumbuh tegak mencapai ketinggian sekitar 1 hingga 2 meter.

Batang Okra memiliki tekstur lunak dan berwarna hijau agak kemerahan.

2. Daun Tanaman Okra

Daun Okra memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari beberapa tanaman lainnya. Daun Okra berbentuk menjari dengan ukuran yang cukup lebar dibandingkan dengan jenis tanaman lain.

Tangkai daun Okra dapat mencapai panjang sekitar 10 hingga 25 cm. Daun Okra memiliki bentuk lima jari dengan sistem pertulangan daun yang menyirip.

3. Bunga Tanaman Okra

Bunga Okra memiliki bentuk seperti terompet dan memiliki variasi warna yang bervariasi. Umumnya, bunga Okra berwarna kekuningan dengan nuansa merah tua di bagian bawahnya.

Bunga Okra termasuk dalam golongan tanaman yang memiliki bunga rumah satu, yaitu hanya menyediakan putik dan benang sari.

Bunga Okra tumbuh di bagian ketiak daun, dengan tunas bunga muncul pada ketiak daun yang ke-6 atau ke-8.

Ukuran bunga Okra berkisar antara 4 hingga 8 cm, memiliki 5 kelopak bunga berwarna putih kekuningan.

4 Buah Tanaman Okra

Buah Okra memiliki bentuk silindris dan memanjang dengan rongga di dalamnya. Warna buah Okra bervariasi tergantung pada jenis varietasnya, mulai dari hijau muda hingga hijau tua atau kekuningan.

Buah Okra memiliki ukuran yang hampir sama dengan cabe hijau besar, dengan panjang sekitar 15 hingga 20 cm.

Permukaan buah Okra berlekuk dan memiliki bulu-bulu halus. Ketika buah Okra dipotong, terdapat biji-biji kecil di dalamnya.

Morfologi yang dimiliki oleh tanaman Okra ini menjadi ciri khas yang membedakannya dengan tanaman lain.

Dengan penjelasan ini, kita dapat lebih memahami karakteristik fisik yang dimiliki oleh tanaman Okra.

Penutup

Dalam artikel ini, telah dibahas mengenai klasifikasi dan morfologi tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) secara detail. Klasifikasi tanaman Okra dimulai dari Kingdom Plantae hingga Spesies Abelmoschus Esculentus (L.) Moench.

Sementara itu, morfologi tanaman Okra mencakup batang yang unik dan tidak terlalu bercabang, daun dengan bentuk lima jari dan tangkai yang panjang, bunga berbentuk terompet dengan variasi warna, serta buah yang berbentuk silindris dan bergongga.

Artikel ini memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik fisik dan penampilan tanaman Okra, memberikan pemahaman lebih dalam tentang tanaman yang menarik ini.

Dengan pengetahuan tentang klasifikasi dan morfologi, kita dapat mengenali dan mengapresiasi tanaman Okra dengan lebih baik.

Also Read

Bagikan:

Joko Warino S.P M.Si

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

Tags

Tinggalkan komentar