Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth)

Joko Warino S.P M.Si

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth)

Tanaman Jengkol, juga dikenal sebagai Archidendron pauciflorum atau jering, adalah tumbuhan yang menarik untuk dipelajari karena klasifikasi dan morfologinya yang unik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi klasifikasi dan morfologi tanaman Jengkol.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang klasifikasi dan morfologi tanaman ini, kita dapat mengapresiasi keberagaman dan karakteristik yang menarik dari tanaman ini.

Habitat Jengkol

Tanaman Jengkol (Archidendron pauciflorum) memiliki habitat alami yang luas di wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand.

Habitat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman Jengkol biasanya berada di daerah dengan iklim tropis atau subtropis, suhu yang hangat, dan curah hujan yang cukup.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih lanjut tentang habitat tanaman Jengkol, yang meliputi beberapa aspek penting seperti kebutuhan tanah, kondisi iklim, dan persebaran geografis.

1. Persebaran Geografis Tanaman Jengkol

Tanaman Jengkol banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand.

Di Indonesia, Jengkol merupakan salah satu tumbuhan yang banyak ditemui, terutama di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Malaysia juga merupakan negara dengan populasi Jengkol yang cukup besar, di mana tanaman ini dikenal dengan sebutan “jering”. Jengkol juga tumbuh liar di daerah-daerah hutan di Myanmar dan Thailand.

2. Kebutuhan Tanah Tanaman Jengkol

Tanaman Jengkol memiliki preferensi terhadap jenis tanah yang cukup spesifik. Mereka cenderung tumbuh subur di tanah-tanah berstruktur lempung berpasir dengan pH netral hingga sedikit asam.

Tanah dengan tekstur yang baik, drainase yang baik, dan kaya akan bahan organik sangat ideal bagi pertumbuhan Jengkol.

Meskipun tanaman ini bisa bertahan di berbagai jenis tanah, tanah dengan kualitas rendah atau masalah drainase yang buruk dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas Jengkol.

3. Kondisi Iklim yang Cocok

Jengkol tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis atau subtropis. Tanaman ini membutuhkan suhu yang hangat sepanjang tahun, dengan suhu optimal antara 20 hingga 35 derajat Celsius.

Curah hujan yang cukup juga merupakan faktor penting dalam habitat Jengkol, dengan kebutuhan curah hujan sekitar 1500 hingga 3000 mm per tahun.

Musim kering yang singkat atau adanya curah hujan yang merata sepanjang tahun sangat diinginkan agar tanaman Jengkol dapat berkembang dengan baik.

4. Habitat di Dalam Hutan

Tanaman Jengkol secara alami tumbuh di hutan-hutan tropis. Mereka dapat ditemui di daerah hutan primer, hutan sekunder, maupun hutan bambu.

Jengkol memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan hutan, seperti naungan yang cukup dan kelembaban yang tinggi.

Mereka tumbuh di bawah kanopi pohon-pohon besar dan memanfaatkan sinar matahari yang tersaring.

Dalam habitat hutan, tanaman Jengkol juga berperan penting dalam konservasi tanah dan air karena kemampuannya dalam menyerap air dengan baik.

5. Budidaya Tanaman Jengkol

Selain tumbuh liar di hutan, tanaman Jengkol juga dibudidayakan secara komersial. Budidaya Jengkol umumnya dilakukan di kebun-kebun atau lahan pertanian yang terpisah dari hutan alami.

Petani biasanya memilih lahan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman Jengkol, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti tekstur tanah, pH, dan aksesibilitas air.

Budidaya Jengkol melibatkan pemilihan varietas yang baik, perawatan tanaman yang tepat, dan pengendalian hama dan penyakit yang efektif.

Dengan memahami habitat tanaman Jengkol yang meliputi persebaran geografis, kebutuhan tanah, kondisi iklim, habitat di dalam hutan, dan budidaya, kita dapat mengapresiasi pentingnya lingkungan yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini.

Klasifikasi Jengkol

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan Biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (Berkeping Dua/Dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae (Suku Polong-polongan)
  • Genus : Pithecollobium
  • Spesies : Pithecollobium lobatum Benth

Kita dapat mempelajari klasifikasi dan morfologi tanaman Jengkol lebih jauh. Berikut ini adalah penjelasan yang lebih rinci tentang klasifikasinya:

1. Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Tanaman Jengkol termasuk dalam kingdom Plantae atau tumbuhan. Kingdom Plantae mencakup semua organisme yang memiliki sel-sel eukariotik dan melakukan fotosintesis.

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis menggunakan klorofil yang terdapat dalam daunnya.

2. Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Jengkol termasuk dalam subkingdom Tracheobionta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berpembuluh.

Tumbuhan berpembuluh memiliki sistem pembuluh yang terdiri dari xilem dan floem, yang memungkinkan transportasi air, nutrisi, dan zat organik ke seluruh bagian tanaman.

3. Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Tanaman Jengkol termasuk dalam super divisi Spermatophyta, yang mencakup semua tumbuhan yang menghasilkan biji.

Super divisi ini memiliki adaptasi khusus dalam reproduksi melalui pembentukan biji yang melindungi embrio dan memberikan nutrisi untuk perkembangan awal tanaman baru.

4. Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)

Jengkol termasuk dalam divisi Magnoliophyta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berbunga atau tumbuhan berkeping dua.

Divisi ini mencakup sebagian besar tumbuhan yang memiliki bunga sebagai organ reproduksi utama. Bunga pada tanaman Jengkol berperan penting dalam proses pembuahan dan pembentukan biji.

5. Kelas: Magnoliopsida (Berkeping Dua/Dikotil)

Tanaman Jengkol termasuk dalam kelas Magnoliopsida, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berkeping dua atau tumbuhan dikotil.

Kelas ini mencakup tumbuhan yang memiliki biji dengan dua daun lembaga (kotiledon) pada embrio. Ciri khas tumbuhan dikotil adalah memiliki struktur berkeping dua pada bunga, daun, dan akar.

6. Subkelas: Rosidae

Jengkol termasuk dalam subkelas Rosidae. Subkelas Rosidae mencakup beragam famili tumbuhan berbunga, termasuk Fabaceae atau suku polong-polongan, yang merupakan famili tanaman Jengkol.

7. Ordo: Fabales

Tanaman Jengkol termasuk dalam ordo Fabales. Ordo Fabales mencakup sejumlah famili tumbuhan berbunga, termasuk Fabaceae.

Ordo ini memiliki anggota yang umumnya memiliki polong atau buah berbentuk polong sebagai bagian dari siklus hidup dan reproduksi mereka.

8. Famili: Fabaceae (Suku Polong-polongan)

Jengkol termasuk dalam famili Fabaceae atau suku polong-polongan. Famili ini merupakan salah satu famili tumbuhan berbunga terbesar dan paling penting secara ekonomi.

Tumbuhan dalam famili Fabaceae umumnya memiliki bunga yang simetris dan menghasilkan buah berbentuk polong.

9. Genus: Pithecollobium

Jengkol termasuk dalam genus Pithecollobium. Genus ini termasuk dalam famili Fabaceae dan mencakup sejumlah spesies tumbuhan, termasuk Pithecollobium lobatum Benth.

10. Spesies: Pithecollobium lobatum Benth

Jengkol memiliki nama spesifik Pithecollobium lobatum Benth. Spesies ini merupakan salah satu spesies dalam genus Pithecollobium.

Nama spesifik ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis tanaman Jengkol secara spesifik dalam taksonomi.

Spesies Pithecollobium lobatum Benth memiliki ciri-ciri morfologi dan karakteristik tertentu yang membedakannya dari spesies Jengkol lainnya.

Morfologi Tanaman Jengkol

Morfologi Tanaman Jengkol

Berikut adalah penjelasan tentang morfologi tanaman Jengkol:

1. Akar

Tanaman Jengkol memiliki akar tunggang yang cukup kuat dan dalam. Akar tunggang ini berfungsi untuk menopang tanaman dan menyerap air serta nutrisi dari tanah.

Akar Jengkol juga memiliki akar-akar serabut yang bercabang di sekitar akar tunggang, yang membantu meningkatkan penyerapan nutrisi dan kestabilan tanaman.

2. Batang

Batang Jengkol memiliki ukuran yang cukup besar dan tinggi, mencapai ketinggian sekitar 15-30 meter. Batangnya berbentuk lurus dan tegak dengan permukaan yang kasar.

Kulit batangnya berwarna cokelat keabu-abuan dan sering kali mengelupas. Batang Jengkol juga memiliki cabang-cabang yang memanjang ke samping.

3. Daun

Daun Jengkol merupakan daun majemuk dengan susunan daun-daun anak atau daun daun penumpu yang tumbuh secara berpasangan atau berselingan. Setiap daun anak terdiri dari beberapa pasang anak daun yang lebih kecil.

Anak daun tersebut berbentuk bulat telur atau lonjong dengan ujung meruncing. Permukaan daunnya memiliki tekstur yang halus dan berwarna hijau tua.

Daun Jengkol memiliki daun penumpu yang berfungsi untuk melindungi bunga dan buah.

4. Bunga

Bunga Jengkol tergolong dalam bunga tak beraturan atau bunga kacang-kacangan.

Bunga-bunga ini terletak pada kelompok yang disebut malai dan muncul di ketiak daun. Setiap malai umumnya terdiri dari beberapa bunga yang lebih kecil.

Bunga Jengkol memiliki kelopak bunga yang berwarna hijau dan mahkota bunga yang berwarna putih atau kekuningan. Mahkota bunga memiliki bentuk seperti terompet dengan daun-daun mahkota yang saling menyatu.

5. Buah dan Biji

Buah ini memiliki warna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi cokelat atau kehitaman saat matang. Kulit buahnya keras dan tebal.

Di dalam buah Jengkol terdapat biji Jengkol yang berbentuk seperti biji polong dengan warna cokelat kehitaman.

Biji Jengkol memiliki bentuk yang pipih dan berukuran sedang. Dalam biji Jengkol terdapat endosperma yang kaya akan pati, protein, dan lemak.

Endosperma inilah yang menjadi bagian yang dikonsumsi dari Jengkol setelah mengalami proses pemasakan yang tepat.

Penutup

Dalam artikel ini, telah dijelaskan tentang klasifikasi dan morfologi tanaman Jengkol. Tanaman Jengkol termasuk ke dalam Kingdom Plantae dan memiliki beragam karakteristik morfologi, mulai dari akar tunggang yang kuat, batang besar yang tegak, daun majemuk, bunga tak beraturan, buah polong, hingga biji pipih.

Melalui pemahaman mengenai klasifikasi dan morfologi tanaman Jengkol, diharapkan pembaca dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang spesies ini.

Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat bagi para peneliti dan ahli botani, tetapi juga bagi mereka yang memiliki minat terhadap tanaman Jengkol, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai objek studi dalam keanekaragaman hayati.

Also Read

Bagikan:

Joko Warino S.P M.Si

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

Tags

Tinggalkan komentar