Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jambu Mete (Anacardium Occidentale L.)

Joko Warino S.P M.Si

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jambu Mete (Anacardium Occidentale L.)

Klasifikasi dan morfologi tanaman Jambu Mete perlu kita pelajari lebih jauh. Tanaman Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) adalah salah satu tanaman yang menarik perhatian dengan klasifikasi dan morfologinya yang unik.

Dari klasifikasinya sebagai anggota famili Anacardiaceae hingga morfologi akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji, Jambu Mete menunjukkan karakteristik yang menarik dan dapat memperkaya pemahaman tentang tanaman ini.

Habitat Tanaman Jambu Mete

Habitat yang ideal adalah faktor penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Hal ini juga berlaku untuk tanaman Jambu Mete (Anacardium occidentale L.), yang membutuhkan kondisi khusus agar dapat tumbuh dengan baik. Berikut adalah penjelasan mengenai habitat yang ideal untuk tanaman Jambu Mete:

1. Ketinggian Tempat yang Sesuai

Tanaman Jambu Mete lebih memilih daerah dengan ketinggian antara 1 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Di wilayah-wilayah dengan ketinggian ini, tanaman Jambu Mete dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Namun, tanaman ini juga dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian di luar rentang tersebut, meskipun mungkin mempengaruhi produktivitasnya.

2. Iklim Tropis

Jambu Mete merupakan tanaman asli daerah tropis, dan membutuhkan iklim yang hangat dan lembap untuk tumbuh dengan baik. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah dengan suhu rata-rata antara 25 hingga 35 derajat Celsius.

Selain itu, kelembapan udara yang tinggi, sekitar 70 hingga 90 persen, juga diperlukan agar tanaman Jambu Mete dapat berkembang secara optimal.

3. Sinar Matahari yang Cukup

Seperti kebanyakan tanaman, Jambu Mete membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup untuk melakukan proses fotosintesis. Sehingga, habitat yang ideal adalah daerah yang terkena sinar matahari secara langsung selama sebagian besar hari.

Penyediaan cahaya yang cukup akan membantu pertumbuhan vegetatif dan perkembangan buah pada tanaman Jambu Mete.

4. Kondisi Tanah yang Sesuai

Tanaman Jambu Mete lebih menyukai tanah yang subur, kaya akan bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Tanah dengan pH netral hingga sedikit asam (6 hingga 7) merupakan kondisi yang sesuai untuk tanaman ini.

Selain itu, tanah yang cukup lembap namun tidak tergenang air merupakan syarat penting bagi pertumbuhan akar yang sehat.

5. Perlindungan dari Angin Kencang dan Hama

Habitat yang ideal untuk tanaman Jambu Mete adalah daerah yang dilindungi dari angin kencang. Angin kencang dapat merusak batang dan ranting tanaman, serta dapat mengganggu proses penyerbukan bunga.

Selain itu, tanaman Jambu Mete juga rentan terhadap serangan hama seperti tungau, ulat, dan penyakit seperti antraknosa.

Oleh karena itu, perlindungan dari serangan serangga dan penyakit juga penting untuk menjaga kesehatan tanaman Jambu Mete.

Klasifikasi Tanaman Jambu Mete

  1. Kingdom : Plantae
  2. Sub Kingdom : Viridiplantae
  3. Infra Kingdom : Streptophyta
  4. Divisi : Tracheophyta
  5. Sub Divisi : Spermatophytina
  6. Super Divisi : Embryophyta
  7. Kelas : Magnoliopsida
  8. Sub Kelas : Rosidae
  9. Ordo : Sapindales
  10. Super Ordo : Rosanae
  11. Famili : Anacardiaceae
  12. Genus : Anacardium L.
  13. Spesies : Anacardium Occidentale L.

Berikut adalah pemahaman yang mendalam tentang taksonomi dan klasifikasinya :

1. Kingdom : Plantae

Tanaman Jambu Mete termasuk dalam Kingdom Plantae, yang mencakup semua organisme eukariotik multiseluler yang melakukan fotosintesis dan memiliki selulosa sebagai komponen utama dinding sel.

2. Sub Kingdom : Viridiplantae

Dalam Sub Kingdom Viridiplantae, tanaman Jambu Mete termasuk dalam kelompok organisme yang memiliki pigmen klorofil dan memperoleh energi melalui fotosintesis.

3. Infra Kingdom : Streptophyta

Tanaman Jambu Mete termasuk dalam Infra Kingdom Streptophyta, yang meliputi tumbuhan darat dan alga hijau yang memiliki kemampuan untuk hidup di darat.

4. Divisi : Tracheophyta

Jambu Mete termasuk dalam Divisi Tracheophyta, yang mencakup tumbuhan yang memiliki pembuluh pengangkut air, nutrisi, dan zat organik yang disebut xilem dan floem.

5. Sub Divisi : Spermatophytina

Dalam Sub Divisi Spermatophytina, tanaman Jambu Mete termasuk dalam kelompok tumbuhan berbiji yang memiliki biji sebagai alat reproduksi seksual.

6. Super Divisi : Embryophyta

Tanaman Jambu Mete termasuk dalam Super Divisi Embryophyta, yang meliputi tumbuhan yang memiliki embrio yang dilindungi dalam biji atau struktur serupa.

7. Kelas : Magnoliopsida

Kelas Magnoliopsida adalah kelas tumbuhan berbunga atau dikotil yang mencakup tanaman berpembuluh dengan dua daun lembaga pertama yang berkeping. Tanaman Jambu Mete masuk dalam kelas ini.

8. Sub Kelas : Rosidae

Dalam Sub Kelas Rosidae, tanaman Jambu Mete termasuk dalam kelompok tumbuhan berbunga yang memiliki karakteristik morfologi dan fitokimia tertentu.

9. Ordo : Sapindales

Ordo Sapindales adalah kelompok tumbuhan berbunga yang termasuk tanaman dengan bunga yang simetris, termasuk tanaman Jambu Mete.

10. Super Ordo : Rosanae

Super Ordo Rosanae mencakup sejumlah keluarga tumbuhan berbunga yang memiliki karakteristik morfologi dan filogenetik yang mirip. Jambu Mete termasuk dalam super ordo ini.

11. Famili : Anacardiaceae

Jambu Mete termasuk dalam Famili Anacardiaceae, keluarga tumbuhan berbunga yang mencakup lebih dari 70 genus, termasuk genus Anacardium.

12. Genus : Anacardium L.

Genus Anacardium mencakup sejumlah spesies tumbuhan, termasuk Anacardium occidentale L., yang merupakan nama ilmiah untuk tanaman Jambu Mete.

13. Spesies : Anacardium Occidentale L.

Spesies Anacardium occidentale L. merujuk secara khusus pada tanaman Jambu Mete, yang memiliki ciri khas dan karakteristik yang membedakannya dari spesies lain dalam genus Anacardium.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang taksonomi dan klasifikasi ilmiah tanaman Jambu Mete, kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang hubungannya dengan organisme lain, pola evolusi, dan karakteristik morfologi serta adaptasi yang dimiliki.

Morfologi Tanaman Jambu Mete

Morfologi Tanaman Jambu Mete

Tanaman Jambu Mete (Anacardium occidentale) memiliki morfologi yang khas dan dapat diidentifikasi melalui berbagai bagian tubuhnya.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai morfologi tanaman Jambu Mete:

1. Akar Tanaman Jambu Mete

Tanaman Jambu Mete memiliki akar tunggang, yang berarti sistem akar utama tumbuh secara vertikal ke dalam tanah.

Akar tanaman Jambu Mete memiliki warna coklat yang umumnya sama dengan warna akar tanaman pada umumnya.

2. Batang Tanaman Jambu Mete

Batang tanaman Jambu Mete memiliki bentuk yang bulat dan terdapat getah di dalamnya. Batang ini memiliki warna putih agak kotor.

3. Daun Tanaman Mete

Daun tanaman Jambu Mete adalah daun tunggal, tumbuh di ujung-ujung ranting.

Namun, daun Jambu Mete dapat dikategorikan sebagai daun yang tidak lengkap karena hanya memiliki helaian daun (lamina) dan tangkai daun (petiolus).

Bentuk daun Jambu Mete adalah bulat telur terbalik, dengan guratan rangka yang jelas. Daun ini memiliki pangkal runcing dan ujung membulat, dengan tepi daun yang rata. Warna daunnya adalah hijau kekuningan hingga hijau tua kecoklatan.

Ukuran daun Jambu Mete berkisar antara 4 hingga 22 cm panjangnya, dengan lebar sekitar 15 cm.

Daun ini tidak memiliki sudut yang tajam dan memiliki tulang daun menyirip dengan satu ibu tulang dari pangkal hingga ujung.

Permukaan daun terlihat licin dan mengkilap, sedangkan tangkai daun berbentuk silindris dan tidak terlalu tebal di pangkalnya.

4. Bunga Tanaman Mete

Bunga tanaman Jambu Mete adalah bunga majemuk yang membentuk malai. Bunga ini tumbuh di ketiak daun dan ujung cabang. Kelopak bunga memiliki rambut halus dengan panjang sekitar 4 atau 5 mm dan berwarna hijau.

Mahkota bunga Jambu Mete berwarna putih saat masih muda, namun berubah menjadi merah ketika sudah tua. Perubahan warna ini memberikan tampilan yang unik pada bunga Jambu Mete.

5. Buah dan Biji Tanaman Mete

Buah Jambu Mete memiliki bentuk yang keras dan melengkung. Ukuran buahnya sekitar 3 cm. Buah ini menyerupai batu ginjal dan memiliki biji yang keras. Tangkai buah Jambu Mete terlihat membesar.

Biji Jambu Mete berbentuk bulat memanjang dan pipih. Setiap biji memiliki warna putih dan terdiri dari dua keping. Biji ini juga mengandung getah.

Morfologi tanaman Jambu Mete menjadi ciri khas yang membedakan tanaman ini dari jenis tanaman lainnya.

Dengan memahami struktur dan karakteristik morfologi Jambu Mete, kita dapat mengenali dan mengapresiasi keindahan serta keunikan tanaman ini dalam lingkungan alaminya.

Penutup

Secara keseluruhan, klasifikasi dan morfologi tanaman Jambu Mete memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karakteristik dan struktur tanaman ini.

Melalui klasifikasi, kita dapat menempatkan tanaman Jambu Mete dalam kerajaan Plantae dan mengidentifikasi tingkat taksonomi yang lebih spesifik seperti divisi, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies.

Sementara itu, melalui penjelasan morfologi, kita dapat mempelajari dengan lebih detail mengenai akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji tanaman Jambu Mete.

Pengetahuan ini tidak hanya memperkaya wawasan kita tentang keanekaragaman flora, tetapi juga dapat memberikan dasar penting dalam pengelolaan, pelestarian, dan pemanfaatan tanaman Jambu Mete secara berkelanjutan.

Dengan demikian, memahami klasifikasi dan morfologi tanaman ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempelajari dan mengapresiasi keindahan serta manfaatnya dalam berbagai aspek kehidupan.

Also Read

Bagikan:

Joko Warino S.P M.Si

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

Tags

Tinggalkan komentar