Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Gambas (Luffa Acutangula (L) Roxb)

Joko Warino S.P M.Si

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Gambas (Luffa Acutangula (L) Roxb)

Tanaman Gambas, atau Luffa acutangula (L) Roxb., merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki klasifikasi dan morfologi yang menarik untuk dipelajari.

Dengan memahami klasifikasi dan morfologi tanaman Gambas, kita dapat mengapresiasi keunikan dan keistimewaan tanaman ini secara lebih mendalam.

Habitat Tanaman Gambas

Tanaman Gambas, atau Luffa acutangula (L) Roxb., memiliki habitat alami yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya secara signifikan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa aspek yang berkaitan dengan habitat tanaman Gambas, mulai dari iklim yang cocok, jenis tanah yang disukai, hingga ketinggian tempat di mana tanaman ini dapat tumbuh dengan baik.

Mari kita lihat lebih dekat bagaimana habitat yang ideal membantu tanaman Gambas untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.

1. Iklim yang Cocok

Tanaman Gambas biasanya tumbuh dengan baik di daerah dengan iklim tropis atau subtropis.

Mereka menyukai suhu yang hangat hingga panas dengan suhu optimal sekitar 25 hingga 35 derajat Celsius.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup dan toleran terhadap paparan sinar langsung. Curah hujan yang cukup juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

2. Jenis Tanah yang Disukai

Tanaman Gambas memiliki preferensi terhadap jenis tanah yang lempung berpasir atau lempung berpasir berlempung dengan kandungan bahan organik yang tinggi.

Tanah yang memiliki tekstur yang baik dan memiliki drainase yang baik akan memfasilitasi pertumbuhan akar dan pengambilan nutrisi yang optimal.

Kondisi tanah yang subur dan kaya akan memberikan hasil yang lebih baik bagi tanaman Gambas.

3. Ketinggian Tempat

Tanaman Gambas biasanya dapat tumbuh di dataran rendah hingga sedang dengan ketinggian hingga sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tanaman ini lebih cenderung tumbuh lebih baik di daerah dataran rendah atau dekat pantai, di mana iklim dan kondisi tanahnya lebih sesuai dengan preferensinya.

4. Kelembaban Udara

Meskipun tanaman Gambas toleran terhadap kekeringan dalam beberapa tingkat, mereka cenderung tumbuh lebih baik di daerah dengan kelembaban udara yang cukup tinggi.

Kelembaban yang optimal membantu tanaman ini dalam menjaga keseimbangan air dalam jaringan dan transpirasi yang sehat.

5. Faktor Lingkungan Lainnya

Selain iklim, jenis tanah, ketinggian tempat, dan kelembaban udara, ada juga beberapa faktor lingkungan lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman Gambas.

Misalnya, tanaman ini lebih cenderung tumbuh dengan baik di area yang terlindungi dari angin kencang atau hembusan angin yang berlebihan.

Pemberian nutrisi yang tepat dan pemeliharaan yang baik juga penting untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan tanaman ini.

Klasifikasi Tanaman Gambas

  1. Kingdom : Plantae
  2. Sub Kingdom : Viridiplantae
  3. Infra Kingdom : Streptophyta
  4. Divisi : Tracheophyta
  5. Sub Divisi : Spermatophytina
  6. Super Divisi : Embryophyta
  7. Kelas : Magnoliopsida
  8. Sub Kelas : Dilleniidae
  9. Ordo : Cucurbitales
  10. Super Ordo : Rosanae
  11. Famili : Cucurbitaceae
  12. Genus : Luffa Mill.
  13. Spesies : Luffa Acutangula (L) Roxb.

Klasifikasi dan morfologi tanaman Gambas masuk dalam hierarki taksonomi yang kompleks, yang memberikan informasi penting tentang hubungannya dengan organisme lainnya.

Mari kita jelajahi lebih lanjut mengenai klasifikasi tanaman Gambas dalam konteks hierarki taksonomi.

1. Kingdom : Plantae

Tanaman Gambas termasuk dalam kerajaan Plantae, yang mencakup semua organisme yang memiliki sel-sel eukariotik dan melakukan fotosintesis.

Mereka merupakan tumbuhan yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.

2. Sub Kingdom : Viridiplantae

Dalam sub-kerajaan Viridiplantae, tanaman Gambas termasuk dalam kelompok organisme yang memiliki pigmen hijau, seperti klorofil, yang memungkinkan mereka menyerap energi dari sinar matahari untuk fotosintesis.

3. Infra Kingdom : Streptophyta

Di dalam infra-kerajaan Streptophyta, tanaman Gambas berada dalam kelompok tumbuhan yang lebih kompleks, yang meliputi alga hijau dan tumbuhan darat.

Mereka memiliki kemampuan untuk tumbuh di darat dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang kering.

4. Divisi : Tracheophyta

Tanaman Gambas termasuk dalam divisi Tracheophyta, yang mencakup tumbuhan berpembuluh.

Hal ini berarti mereka memiliki sistem pembuluh yang membantu dalam transportasi air, nutrisi, dan zat organik di dalam tubuh tanaman.

5. Sub Divisi : Spermatophytina

Dalam sub-divisi Spermatophytina, tanaman Gambas termasuk dalam kelompok tumbuhan berbiji.

Mereka menghasilkan biji sebagai bagian dari siklus hidup mereka, yang membantu dalam reproduksi dan penyebaran.

6. Super Divisi : Embryophyta

Tanaman Gambas juga termasuk dalam super-divisi Embryophyta, yang mencakup tumbuhan yang memiliki embrio.

Embrio adalah struktur awal yang berkembang dari biji dan menjadi individu baru saat berkecambah.

7. Kelas : Magnoliopsida

Dalam kelas Magnoliopsida, tanaman Gambas tergolong sebagai tumbuhan berbunga atau dikotil.

Mereka memiliki biji yang terlindungi dalam buah dan umumnya memiliki daun yang berjari-jari atau bertulang menyirip.

8. Sub Kelas : Dilleniidae

Dalam sub-kelas Dilleniidae, tanaman Gambas termasuk dalam kelompok tumbuhan yang memiliki karakteristik khusus dalam struktur bunga dan biji mereka.

Sub-kelas ini mencakup berbagai jenis tanaman berbunga.

9. Ordo : Cucurbitales

Tanaman Gambas termasuk dalam ordo Cucurbitales, yang meliputi berbagai keluarga tumbuhan berbunga termasuk Cucurbitaceae.

Ordo ini mencakup tanaman yang memiliki buah berdaging dan memiliki biji yang terlindungi di dalamnya.

10. Super Ordo : Rosanae

Dalam super-ordo Rosanae, tanaman Gambas berada dalam kelompok yang lebih luas yang mencakup tumbuhan berbunga yang memiliki struktur bunga yang kompleks dan biji yang berkembang dengan baik.

Super-ordo ini juga mencakup berbagai famili tumbuhan.

11. Famili : Cucurbitaceae

Tanaman Gambas termasuk dalam famili Cucurbitaceae, yang meliputi tumbuhan-tumbuhan seperti labu-labuan.

Famili ini dikenal dengan buah-buahan yang beraneka ragam dan memiliki biji yang terlindungi di dalamnya.

12. Genus : Luffa Mill.

Dalam genus Luffa, tanaman Gambas dikelompokkan bersama dengan spesies lain yang serupa.

Genus ini mencakup tumbuhan yang memiliki karakteristik morfologi dan genetik yang mirip.

13. Spesies : Luffa acutangula (L) Roxb.

Spesies tanaman Gambas secara khusus disebut Luffa acutangula (L) Roxb.

Nama spesies ini mengacu pada nama ilmiah yang diberikan untuk tanaman Gambas sesuai dengan sistem klasifikasi yang diakui secara internasional.

Morfologi Tanaman Gambas (Luffa Acutangula)

Morfologi Tanaman Gambas (Luffa Acutangula)

Tanaman Gambas (Luffa acutangula) merupakan tanaman yang menarik perhatian dengan morfologi yang unik dan beragam.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam tentang berbagai bagian dari tanaman Gambas yang meliputi akar, batang, bunga, daun, serta buah dan bijinya.

1. Akar Tanaman Gambas

Tanaman Gambas memiliki dua jenis akar yang berbeda, yaitu akar tunggang dan akar lateral.

Akar tunggang berfungsi sebagai sumbu utama yang menopang tanaman dan menyerap unsur hara dari kedalaman tanah.

Sedangkan akar lateral merupakan cabang dari akar tunggang yang bertanggung jawab menyerap mineral dan unsur hara dari permukaan dan kedalaman tanah.

2. Batang Tanaman Gambas

Batang tanaman Gambas memiliki bentuk yang unik, umumnya berbentuk segi lima atau persegi.

Batangnya tumbuh secara vertikal dan dibantu dengan sulur yang berfungsi sebagai batang pemanjat.

Permukaan batang dan sulur tanaman Gambas dilapisi oleh bulu-bulu kasar. Batang ini mengandung air dan memiliki diameter antara 0,5 hingga 3 cm.

3. Bunga Tanaman Gambas

Bunga tanaman Gambas termasuk dalam bunga berkelamin tunggal dan golongan tanaman monokotil.

Mahkota bunga Gambas berbentuk bulat dan memanjang, dengan mahkota berbentuk bintang.

Warna mahkota bunga ini umumnya kuning atau putih kekuningan, memberikan keindahan pada tanaman.

Bunga jantan tumbuh berkelompok dalam tandan atau ketiak daun, sedangkan bunga betina tumbuh secara tunggal di ketiak daun.

4. Daun Tanaman Gambas

Daun tanaman Gambas memiliki bentuk bulat dengan ujung yang meruncing dan tidak memiliki stipula (daun penumpu). Daun ini memiliki panjang sekitar 10 hingga 25 cm dan berwarna hijau tua.

Tangkai daun memiliki panjang sekitar 5 hingga 10 cm, sementara tulang daun terlihat menonjol di permukaan bawah daun.

5. Buah dan Biji Tanaman Gambas

Buah tanaman Gambas memiliki bentuk seperti belimbing yang memanjang, dengan panjang mencapai 15 hingga 60 cm dan lebar sekitar 5 hingga 12 cm. Buah ini memiliki warna hijau kecoklatan atau kuning coklat.

Di dalam setiap buah terdapat biji yang berbentuk lonjong, meruncing, dan pipih, dengan ukuran sekitar 10 hingga 12 mm x 7 hingga 9 mm.

Penutup

Dengan mengeksplorasi klasifikasi dan morfologi tanaman Gambas, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang karakteristik unik dari tanaman ini.

Dari akar yang kuat hingga buah yang khas, setiap bagian tanaman Gambas menunjukkan adaptasi yang luar biasa.

Klasifikasi ini membantu kita memposisikan tanaman ini dalam kerajaan tumbuhan dan hierarki taksonomi yang lebih besar, sementara morfologi yang terperinci menggambarkan keindahan dan keunikan setiap elemen.

Dengan mengapresiasi dan mempelajari lebih lanjut tentang Tanaman Gambas, kita dapat menghargai keanekaragaman alam dan nilai pentingnya dalam berbagai aspek kehidupan.

Also Read

Bagikan:

Joko Warino S.P M.Si

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

Tags

Tinggalkan komentar