Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.)

Joko Warino S.P M.Si

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.)

Salah satu tanaman yang menarik perhatian adalah tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi).

Dengan pemahaman yang baik mengenai klasifikasi dan morfologi tanaman Belimbing Wuluh, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman ini dalam berbagai bidang seperti kuliner, kesehatan, dan industri.

Habitat Tanaman Belimbing Wuluh

Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki habitat asli di Amerika, di mana mereka tumbuh secara alami di daerah yang terpapar cahaya matahari langsung dan memiliki kondisi yang lembab.

Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dan subtropis di berbagai bagian dunia. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang habitat Tanaman Belimbing Wuluh:

1. Ketinggian Tempat Tumbuh

Tanaman Belimbing Wuluh biasanya tumbuh pada ketinggian yang tidak terlalu tinggi, mencapai sekitar 500 meter di atas permukaan laut.

Mereka dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun daerah perbukitan dengan iklim tropis atau subtropis.

2. Suhu dan Iklim

Tanaman Belimbing Wuluh lebih cocok tumbuh dalam iklim hangat. Mereka menyukai suhu yang relatif tinggi, antara 25 hingga 35 derajat Celsius, dengan suhu minimal sekitar 15 derajat Celsius.

Tanaman ini tidak tahan terhadap suhu beku atau dingin yang ekstrem.

3. Paparan Cahaya Matahari

Belimbing Wuluh membutuhkan paparan cahaya matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Mereka tumbuh dengan baik di daerah yang mendapatkan sinar matahari langsung.

Penempatan tanaman ini sebaiknya di area terbuka atau di lokasi yang terkena sinar matahari selama berjam-jam setiap hari.

4. Kelembaban Udara

Tanaman Belimbing Wuluh membutuhkan kelembaban udara yang relatif tinggi untuk pertumbuhannya.

Mereka tumbuh lebih baik di daerah yang memiliki tingkat kelembaban yang cukup, dengan kelembaban relatif sekitar 70 hingga 90 persen.

5. Jenis Tanah

Belimbing Wuluh dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan tanah tersebut memiliki drainase yang baik dan tidak tergenang air.

Tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah tanah liat berpasir yang subur dan kaya akan bahan organik.

6. Curah Hujan

Tanaman Belimbing Wuluh membutuhkan curah hujan yang cukup untuk pertumbuhannya. Mereka tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki curah hujan antara 1.000 hingga 3.000 milimeter per tahun.

Periode musim kering yang panjang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi buah dari tanaman ini.

Klasifikasi Tanaman Belimbing Wuluh

  1. Kingdom : Plantae
  2. Sub kingdom : Tracheobionta
  3. Super divisi : Spermatophyta
  4. Divisi : Magnoliophyta
  5. Kelas : Magnoliopsida
  6. Sub Kelas : Rosidae
  7. Ordo : Geraniales
  8. Famili : Oxalidaceae
  9. Genus : Averrhoa
  10. Spesies : Averrhoa Bilimbi L.

Kita perlu memahami lebih jauh tentang klasifikasi dan morfologi tanaman Belimbing Wuluh.

Berikut ini adalah penjelasan tenang klasifikasi tanaman Belimbing Wuluh yang lebih rinci:

1. Kingdom: Plantae

Tanaman Belimbing Wuluh termasuk dalam kingdom Plantae, yang berarti mereka merupakan organisme multiseluler yang memiliki klorofil dan melakukan fotosintesis.

Mereka termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang paling dominan di bumi.

2. Sub Kingdom: Tracheobionta

Dalam sub kingdom Tracheobionta, Tanaman Belimbing Wuluh termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang memiliki sistem pembuluh yang mengangkut air, nutrisi, dan zat organik ke seluruh bagian tumbuhan.

Hal ini memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan tinggi yang bervariasi.

3. Super Divisi: Spermatophyta

Super divisi Spermatophyta mencakup tumbuhan berbiji. Tanaman Belimbing Wuluh termasuk ke dalam kelompok ini karena mereka berkembang biak melalui biji yang membawa embrio yang akan tumbuh menjadi individu baru.

4. Divisi: Magnoliophyta

Tanaman Belimbing Wuluh termasuk dalam divisi Magnoliophyta, yang juga dikenal sebagai tumbuhan berbunga.

Mereka memiliki bunga yang kompleks dengan berbagai bagian seperti kelopak, mahkota, putik, dan benang sari. Bunga ini memainkan peran penting dalam reproduksi tanaman.

5. Kelas: Magnoliopsida

Dalam kelas Magnoliopsida, Tanaman Belimbing Wuluh termasuk ke dalam kelompok tumbuhan berbunga yang memiliki dua daun lembaga (cotyledon) pada embrio biji mereka.

Kelas ini mencakup sebagian besar tumbuhan berbunga yang umum ditemui.

6. Sub Kelas: Rosidae

Tanaman Belimbing Wuluh termasuk dalam sub kelas Rosidae, yang merupakan kelompok tumbuhan berbunga yang memiliki karakteristik khusus dalam struktur bunga dan daun mereka.

Sub kelas ini mencakup berbagai famili tanaman, termasuk Oxalidaceae.

7. Ordo: Geraniales

Dalam ordo Geraniales, Tanaman Belimbing Wuluh masuk ke dalam kelompok tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas tertentu, seperti bunga dengan simetri radial dan biji yang sering berdaging.

Ordo ini mencakup berbagai famili tumbuhan, termasuk Oxalidaceae.

8. Famili: Oxalidaceae

Tanaman Belimbing Wuluh termasuk dalam famili Oxalidaceae, yang merupakan famili tumbuhan berbunga yang umumnya memiliki daun berbentuk tangkai dengan struktur yang khas.

Famili ini terdiri dari sejumlah spesies tumbuhan yang tersebar di berbagai wilayah.

9. Genus: Averrhoa

Genus Averrhoa mencakup Tanaman Belimbing Wuluh. Genus ini memiliki beberapa spesies, di antaranya Averrhoa bilimbi L. Tanaman dalam genus Averrhoa umumnya memiliki buah berbentuk lonjong dan asam.

10. Spesies: Averrhoa Bilimbi L.

Spesies Tanaman Belimbing Wuluh secara ilmiah dikenal sebagai Averrhoa bilimbi L.

Nama ilmiah ini memberikan identifikasi spesifik untuk tanaman ini dan digunakan dalam penelitian dan klasifikasi ilmiah.

Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh

Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh

Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah spesies belimbing yang biasanya tumbuh pada ketinggian hingga 500 m.

Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman pekarangan karena memiliki keasaman tinggi dan sering digunakan sebagai pemberi rasa asam pada masakan.

Meskipun memiliki genus yang sama dengan belimbing buah, terdapat beberapa perbedaan morfologi yang dapat digunakan untuk membedakan keduanya.

1. Akar

Tanaman Belimbing Wuluh memiliki sistem perakaran akar tunggang dengan warna cokelat kehitaman. Pada akar utama terdapat tudung akar yang tumpul dan sedikit lengket.

Cairan yang ada pada ujung akar berfungsi melindungi akar saat menembus tanah. Di samping akar utama, terdapat serabut akar yang jumlahnya sangat banyak.

2. Batang

Batang Belimbing Wuluh termasuk dalam tumbuhan yang memiliki batang berkambium dan kayu yang kuat. Batang utama tanaman ini memiliki ukuran pendek dengan tonjolan kecil di permukaannya.

Terkait pohon, Belimbing Wuluh ini bisa tumbuh mencapai ketinggian hingga 10 m.

Percabangan pada belimbing ini terletak tidak terlalu tinggi dan juga jumlahnya itu sedikit. Kemudian, permukaan batang terkadang bergelombang, beralur, dan tidak rata.

Arah percabangannya juga condong ke atas dan di cabang yang muda ditumbuhi berbagai rambut. Rambu ini halus dan berwarna cokelat muda yang teksturnya cukup mirip dengan beludru.

3. Daun

Daun Belimbing Wuluh merupakan daun majemuk yang terdiri dari banyak helaian daun. Bentuk daunnya bulat telur dengan ujung yang runcing.

Bagian tepi daun mengkilap dan bagian bawahnya buram. Struktur tulang daunnya menyirip dan mudah robek.

Panjang daun berkisar antara 1,75 cm hingga 9 cm dengan lebar antara 1,25 cm hingga 4,5 cm.

Setiap daun memiliki 21 hingga 45 pasang anak daun yang bertangkai pendek dan berwarna hijau. Bagian bawah daunnya juga memiliki warna yang terlihat hijau muda.

4. Bunga

Bunga Belimbing Wuluh memiliki bentuk malai yang tumbuh dalam berkelompok dari batang atau percabangan yang besar. Tangkai bunga ditumbuhi rambut halus. Bunga ini menggantung dengan panjang sekitar 5 hingga 20 cm.

Selain itu, Bunga Belimbing Wuluh juga berukuran kecil dan berbentuk sepertibintang dengan mahkota bunga yang berjumlah 5 helai. Kelopak bunga memiliki panjang 5 hingga 7 mm.

Mahkota bunga berbentuk bulat telur dengan panjang 13 hingga 20 mm. Bunga ini berwarna ungu kemerahan, sedangkan pangkal bunga berwarna ungu muda.

5. Buah

Buah Belimbing Wuluh memiliki bentuk lonjong bersegi atau torpedo. Jika buah ini diiris melintang, akan terlihat seperti bunga. Ukuran buahnya sekitar 4 hingga 10 cm.

Buah Belimbing Wuluh berwarna hijau kekuningan saat matang, sedangkan buah yang masih muda berwarna hijau dengan kelopak bunga yang masih menempel pada ujung buah.

Buah yang masih muda memiliki rasa masam dan sedikit sepat, sementara buah yang sudah matang memiliki kandungan air yang lebih banyak namun tetap memiliki rasa asam tanpa sepat.

Kulit buahnya tipis dan mengkilap. Buah Belimbing Wuluh tumbuh bergerombol seperti bunga.

6. Biji

Biji Belimbing Wuluh berukuran sangat kecil dan berwarna putih kecokelatan. Permukaan biji tertutup lendir dan sangat licin saat dipegang.

Bentuk bijinya bulat telur dengan ujung yang runcing di kedua sisinya. Ukuran biji sekitar 6 mm dengan struktur yang pipih. Biji terdiri dari kulit biji, endosperma, dan lembaga.

Penutup

Dalam artikel ini, telah dijelaskan klasifikasi dan morfologi tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.).

Pengetahuan tentang klasifikasi dan morfologi ini dapat membantu dalam mengidentifikasi tanaman Belimbing Wuluh dengan lebih baik.

Also Read

Bagikan:

Joko Warino S.P M.Si

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

Tags

Tinggalkan komentar