Bagi Anda yang memelihara kura-kura yang sudah bisa menghasilkan telur, harus mengetahui cara menetaskan telur kura-kura. Sekilas terlihat cukup mudah, namun menetaskan telur kura-kura memerlukan perhatian yang ekstra.
Tidak boleh melakukan cara yang sembarangan ketika ingin menetaskan telur kura-kura. Umumnya kebanyakan orang menggunakan cara untuk menetaskan telur kura-kura tanpa indukan.
Berikut ini cara yang perlu Anda perhatikan dengan seksama!
Jenis Kura-kura yang Banyak Dipelihara
Sebelum mengetahui tentang cara menetaskan telur kura-kura, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu jenis kura-kura.
Berikut ini terdapat 2 jenis kura-kura yang paling banyak orang pelihara.
1. Kura-kura Sulcata
Banyak orang yang suka memelihara kura-kura jenis Sulcata karena perawatannya relatif mudah.
Kura-kura ini memiliki perpaduan warna kuning dan coklat yang mencolok pada bagian tubuhnya.
2. Kura-kura Brazil
Selanjutnya ada kura-kura Brazil yang mungkin jarang Anda dengar, namun banyak orang pelihara.
Sifatnya yang jinak dan memiliki daya tahan tubuh kuat, membuat banyak orang lebih memilih untuk memelihara kura-kura jenis ini.
Cara Menetaskan Telur Kura-kura

Banyak faktor termasuk cara menetaskan telur kura-kura tanpa indukan yang perlu Anda perhatikan. Mulai dari teknik memindahkan telur, membuat alat inkubasi dan cara merawat anak kura yang benar.
Berikut ini ada beberapa cara untuk menetaskan telur kura-kura tanpa indukan yang harus Anda perhatikan.
1. Mengenali Karakteristik dari Telur Kura-kura
Cara menetaskan telur kura-kura yang pertama adalah mengenali karakteristik dari telur kura-kura dan ini harus Anda perhatikan dengan seksama. Pada umumnya, kura-kura betina yang sudah matang secara seksual berusia 5 tahun.
Berbeda dengan usia betina, kura-kura jantan justru usianya lebih muda yaitu berusia 3 tahun.
Setelah 3 hingga 6 Minggu dari masa perkawinan, kura-kura betina akan melepaskan telur-telurnya. Ini kemudian diletakkan dalam sarang buatan dan meninggalkannya hingga anak kura-kura dapat menetas sendiri.
Telur kura-kura memiliki karakteristik kulitnya bertekstur keras atau ada juga yang relatif lunak pada beberapa spesies. Saat betina melepaskan baru telur, telur tersebut akan berwarna putih kebiruan.
Beberapa hari kemudian, baru telur tersebut akan mulai mengeras dengan warna putih serta terdapat lapisan kapur pada bagian luar.
Pada kura-kura jenis Brasil biasanya menghasilkan telur berjumlah 20 hingga 45 butir. Sedangkan telur pada kura-kura berjenis Sulcata berkisar antara 10-15 butir.
2. Pindahkan Telur Kura-kura
Cara menetaskan telur kura-kura selanjutnya adalah memindahkan telur kura-kura dengan hati-hati. Apalagi telur tersebut sudah lama terkubur ke dalam lapisan tanah yang sulit Anda jangkau.
Caranya Anda gali secara perlahan sarang kura-kura hingga telur terlihat dan ambil. Kemudian baru bersihkan lapisan tanah yang ada pada telur tersebut dengan menggunakan kuas.
Lakukan pembersihan secara perlahan dan pastikan bahwa kulit telur tidak pecah maupun robek. Jangan lupa untuk memberikan tanda pada bagian atas telur kura-kura menggunakan pensil.
Hal ini penting untuk Anda perhatikan agar tidak salah dalam proses pemindahan. Karena pemindahan yang saja posisi dapat membuat embrio dari kura-kura menjadi mati bahkan bisa terjadi kegagalannya menjadi anak kura-kura ketika menetas.
Sisa-sisa dari noda tanah bisa Anda bersihkan dengan menggunakan tisu atau kain lembut. Baru kemudian dapat Anda pindahkan telur ke tempat selanjutnya untuk proses pengeraman dengan inkubator.
3. Inkubasi Telur Kura-kura Brazil
Cara selanjutnya ini merupakan cara menetaskan telur kura-kura dengan cara inkubasi pada telur kura-kura Brazil. Banyak kalangan yang memelihara jenis kura-kura Brazil ini.
Cara ini berlaku untuk kura-kura jenis Brazil dan sejenisnya dengan menggunakan metode kelembaban tinggi. Ini perlu Anda atur sesuai dengan habitat hidupnya yang berada dekat dengan aliran sungai atau danau.
Jangan lupa untuk mempersiapkan wadah tetas berupa kontainer plastik dengan tutup yang telah diberi lubang kecil untuk menjaga kelembaban.
Dalam wadah ini juga berikan substrat (bedding) dengan material berupa vermiculite basah, lumut sphagnum dan aspen bedding. Ini semua berfungsi untuk meletakkan telur kura-kura.
Peletakan telur kura-kura dalam wadah tetas harus sesuai dengan posisi yang sebelumnya sudah Anda beri tanda. Pastikan posisi telur diam dan tidak mudah bergerak dengan menekan substrat untuk membuat cekungan.
Kemudian wadah tetas ini bisa Anda letakkan dalam inkubator yang telah diberi alat pemanas. Alat pemanas ini dapat berupa lampu untuk menjaga suhu serta wadah lain berisi air untuk menjaga kelembaban.
Usahakan untuk temperatur selalu terjaga pada kisaran 27-30 derajat Celcius serta kelembaban sekitar 80%. Ini bisa Anda ketahui melalui pengukuran dengan bantuan termometer dan higrometer.
4. Inkubasi Telur Kura-kura Sulcata
Jika sebelumnya adalah cara inkubasi telur kura-kura Brazil, kali ini adalah cara menetaskan telur kura-kura Sulcata dengan inkubasi. Metode ini bukan hanya untuk kura-kura Sulcata saja, namun juga kura-kura darat lain.
Ini akan menggunakan metode dengan kelembaban rendah sesuai dengan habitat aslinya yang berasal dari daerah kering.
Pertama-tama Anda perlu menyiapkan wadah tetas berupa kontainer plastik dengan tutup yang telah dilubangi kecil untuk menjaga kelembaban.
Wadah tetas tersebut kemudian harus Anda isi substrat dengan material yang sesuai seperti vermiculite kering atau pasir untuk meletakkan telur kura-kura.
Peletakkan telur kura-kura sendiri harus sesuai dengan posisi sebelumnya yang sudah Anda beri tanda. Anda harus teliti dan memastikan bahwa posisi telur tidak berubah.
Gunakan juga inkubator untuk meletakkan wadah tetas dan berikan bohlam 15 Watt yang fungsinya sebagai sumber panas. Jangan lupa menambahkan wadah berisi air yang berfungsi untuk menjaga kelembaban.
Terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mengatur suhu dalam inkubator yaitu berkisar 33-34 derajat Celcius. Dan atur tingkat kelembabannya sekitar 70-75% dengan meletakkan termometer atau higrometer.
5. Telur Kura-kura Menetas
Ini merupakan proses terakhir dari cara menetaskan telur kura-kura yang tidak boleh Anda lewatkan sama sekali. Pada saat proses inkubasi, Anda bisa melihat perkembangan dari telur tersebut.
Fungsinya untuk melihat apakah embrio dari kura-kura sudah berkembang dengan sempurna atau belum.
Segera pindahkan telur jika menemui telur yang sudah rusak seperti kulitnya sudah keriput. Telur ini harus secepat mungkin Anda pindahkan karena sudah rusak sehingga tidak bisa menetas.
Dari segi waktu untuk menetaskan anak kura-kura sendiri cukup beragam. Biasanya anakan kura-kura Brazil akan menetas pada kisaran waktu 7 hingga 8 Minggu.
Sedangkan untuk kura-kura jenis Sulcata sendiri berkisar dalam waktu 8 hingga 10 Minggu. Anak dari kura-kura yang sudah menetas ini memiliki cadangan makanan sendiri yang dapat bertahan selama 1-2 hari.
Kemudian, pindahkan anakan kura-kura tersebut ke dalam wadahnya dan berikan makanan yang berupa sayur atau makanan khusus.
Jangan memberikan makanan yang terlalu keras terlebih dahulu. Hal ini karena bayi kura-kura belum bisa mencerna makanan yang bertekstur keras dalam beberapa Minggu setelah baru menetas.
Itulah beberapa cara menetaskan telur kura-kura tanpa indukan yang wajib Anda perhatikan. Setelah menetas, rawat anakan kura-kura sebaik mungkin agar dapat tumbuh sehat dan besar.

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau dengan bidang keahlian Ilmu Tanah dan Kesuburan Tanah. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat.

