Kesalahan Dalam Penulisan Judul Posting

Kesalahan Dalam Penulisan Judul Posting – Kemampuan untuk menulis perlu juga ditunjang dengan kemampuan menggunakan bahasa yang baik, benar dan sesuai ejaan yang benar.

Meski terlihat sepele namun hal ini mempengaruhi kualitas keseluruhan tulisan yang baik. Contoh penulisan judul posting.

Ga masalah juga kita masih memiliki buku panduan EYD yang disempurnakan.

Apalagi bila kita baru menulis lagi, faktor bisa karena biasa pas untuk hal ini.

Baca Juga : Tips Pemasaran Bisnis Agar laku Keras Melalui Media Sosial

Beberapa hal yang memerlukan ketelitian khusus dalam penulisan judul posting-an.

Judul yang bombastis

Yang dimaksud judul yang bombastis sebenarnya berkaitan dengan tujuan orang membaca postingan kita.

Contoh, ketika kita menulis berita tentang penculikan anak, bukan judul yang ditulis melainkan kebiasaan pelaku diluar hal penculikan itu.

“Pernah menikah 3 kali sekarang menculik anak”

Contoh lainnya seperti “Tertangkap Tangan DPO Memiliki Riwayat Penyakit Jantung” sebaiknya tulislah judul yang memang sesuai isi.

Meski diintip oleh orang, tapi  tidak relevan dengan alur cerita.

Dan hal ini yang sekarang menjadi makanan sehari-hari ketika melihat berita di internet, dengan asumsi seringkali menjadi berbeda dengan keseluruhan dari isi postingan.

Ejaan yang disingkat

Judul panjang. Boleh. Namun jangan di judul menggunakan ejaan yang di singkat.

Seperti contohnya :

Beberapa Hal Yg Meningkatkan Minat Baca Pada Anak Di  Usia Balita

Yang benar adalah :

Beberapa Hal Yang Meningkatkan Minat Baca Pada Anak Di Usia Balita

Meski terlihat sepele dalam posting ada baiknya tidak menggunakan singkatan. Apalagi di judul postingan.

Tanda baca untuk judul

Terkadang kita terbiasa untuk menggunakan tanda baca titik diakhir kalimat. Namun dikarenakan ini adalah judul maka tak perlu menggunakan titik dibelakang.

Contohnya adalah :

“Hujan, Di DJakarta Menyebabkan Banjir.”

Yang benar adalah :

“Hujan Di Jakarta Menyebabkan Banjir.”

Semua diakhiri dengan titik

Tidak semua judul diakhiri dengan titik meski tertulis titiknya. Bisa juga diakhiri  dengan tanda tanya seperti :

“Anak Siapakah itu?”

Atau contoh lain penggunaan tanda seru juga bisa digunakan bila memerintah. Misalkan dengan judul “Sekali Merdeka Tetap Merdeka!”

Terlalu panjang

Memang terkesan mudah membuat judul. Tapi ada waktunya semua hal tak bisa ditulis bersamaan.

Seperti materi tamasya anak taman kanak-kanak, yang memerlukan waktu lebih dari 13 jam karena keluar kota.

Bisa kita singkat “Tamasya Ke Luar Kota” isi lamanya perjalanan, siapa saja yang ikut bepergian serta tujuannya kemana bisa di tulis dalam isi cerita, tak perlu semua menjadi judul.

Karena selain bukan intinya, membuat orang merasa tak perlu untuk menyimak isi di dalam posting-an kita.

Adalah menjadi keinginan semakin banyak orang yang membaca tulisan kita. Bukan hanya melihat judulnya saja.

Judul yang mengulang

Kata jamak digunakan bersamaan, sehingga too much. Semisalnya sebuah judul “Para siswa-siswi berkumpul di lapangan”

Bisa kita gunakan yaitu :

“Siswa-siswi berkumpul di lapangan”

Atau

“Para siswa berkumpul di lapangan”

Karena para sudah menunjukkan lebih dari satu begitu juga siswa-siswi maksudnya lebih dari satu. Namun kerika ditulis “Para siswa-siswi…” menunjukkan kata jamak yang berlebihan.

Atau seperti judul yang jamak lainnya,

“Sepuluh Burung-burung Beterbangan Di Halaman Rumah”

Yang benar adalah :

“Sepuluh Burung Beterbangan Di Halaman Rumah”

Atau

“Burung-burung Beterbangan Di Halaman  Rumah”

Semuanya memang memerlukan kebiasaan dan juga perlu belajar. Karena mendapatkan hasil yang baik itu membutuhkan latihan.

Ayo maksimalkan kualitas untuk hasil yang baik!

Baca Juga : Seberapa Penting Blog Network Bagi SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *